Bursa saham Jepang berhasil mematahkan tren pelemahan setelah Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Indeks saham unggulan Tokyo tersebut naik 0,71 persen ke level 61.867,43, kontras dengan pergerakan beberapa bursa regional Asia lainnya seperti indeks KOSPI Korea Selatan yang justru tertekan.

Mengawali perdagangan di level 61.258,34, indeks sempat terkoreksi ke level terendah harian di posisi 61.049,70. Namun, aksi beli yang masif mendorong Nikkei melonjak hingga sempat menyentuh level tertinggi harian di 62.924,84, sebelum akhirnya sedikit menyusut menjelang penutupan pasar. Pergerakan ini mengakhiri fase penurunan beruntun yang dialami bursa Tokyo selama dua hari perdagangan sebelumnya.

Kebangkitan indeks hari ini dipicu oleh kinerja gemilang sektor teknologi dan semikonduktor lokal. Produsen alat uji cip terkemuka, Advantest, memicu optimisme pasar setelah memproyeksikan lonjakan laba operasional tahunan sebesar 35 persen, melampaui estimasi analis. Saham Advantest pun meroket 10,85 persen, yang kemudian menarik naik saham-saham sejenis seperti Tokyo Electron yang menguat 4,3 persen serta Kioxia Holdings yang naik sekitar 2,7 hingga 2,9 persen.

Selain faktor domestik, sentimen positif global juga turut menopang pergerakan pasar. Keputusan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), untuk mempertahankan suku bunga acuannya memberikan kepastian likuiditas yang melegakan investor. Di saat yang sama, kinerja solid lini bisnis komputasi awan Azure milik Microsoft memberi sinyal positif bagi prospek investasi kecerdasan buatan (AI) global. Hal ini memicu aksi perburuan saham murah (bargain hunting) oleh para pelaku pasar di Jepang, meskipun Wall Street sempat mengalami tekanan pada malam sebelumnya.