Analisis Indeks Kinerja Bisnis (BPI) tahun 2025 memberikan catatan krusial bagi dunia usaha di daerah. Meskipun dimensi pengembangan sektor swasta dinilai cukup solid, aspek inovasi justru menempati posisi terendah. Kamar Dagang dan Industri Vietnam (VCCI) menilai, kondisi ini menjadi cermin bahwa sistem internal perusahaan swasta masih minim dalam melakukan terobosan teknologi dan pembaruan model operasional.

Keterbatasan ini diperburuk oleh skala bisnis yang mayoritas masih berskala kecil, sehingga memiliki keterbatasan modal untuk riset dan pengembangan (R&D). Sebagian besar pelaku usaha masih terpaku pada penggunaan teknologi dasar seperti situs web atau platform e-commerce sederhana, dan belum berani mengadopsi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) yang krusial untuk efisiensi modern.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Provinsi, Pham Hoang Khanh Vu, menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi pengusaha saat ini sangat kompleks. Selain masalah akses permodalan dan manajemen, ketidaksiapan menghadapi disrupsi digital dapat memperlebar kesenjangan daya saing. Menurutnya, usaha kecil yang mampu mengintegrasikan teknologi terbukti mampu mencapai lonjakan produktivitas yang signifikan dibandingkan yang tidak beradaptasi.

Sebagai langkah solutif, Pusat Promosi Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata telah mengusulkan kepada Komite Rakyat Provinsi untuk menyusun mekanisme dukungan keuangan yang lebih proaktif. Dukungan ini diarahkan pada penguatan departemen R&D, digitalisasi proses bisnis, serta adopsi transformasi hijau. Fokus utama pemerintah adalah membimbing sektor swasta untuk memanfaatkan kebijakan sains dan teknologi nasional agar peringkat BPI provinsi dapat menembus jajaran teratas nasional pada tahun 2026.

Upaya ini diperkuat dengan langkah proaktif dari Departemen Sains dan Teknologi yang kini mulai melakukan survei pemetaan kebutuhan teknologi di sektor-sektor strategis. Melalui pemetaan tersebut, pemerintah berharap dapat memberikan bantuan yang tepat sasaran terkait transfer teknologi dan perlindungan kekayaan intelektual, demi memastikan pelaku usaha lokal memiliki fondasi yang kuat untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.