PT Semen Padang resmi menginjak usia ke-68 tahun sejak pengambilalihan operasional perusahaan. Sebagai bagian dari perayaan momentum bersejarah tersebut, perusahaan menggelar sesi berbagi ilmu (sharing session) bertajuk Leading Transformation: Membangun Daya Saing dan Keberlanjutan Industri Semen Nasional di Wisma Indarung, Padang, pada Senin (6/7/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dwi Soetjipto memaparkan bahwa model kepemimpinan konvensional kini sudah tidak relevan di tengah pesatnya laju otomatisasi, kecerdasan buatan, dan ketidakpastian geopolitik global. Ia menegaskan pentingnya Co-Alignment Framework sebagai metode untuk menyeimbangkan efisiensi operasional dengan eksplorasi inovasi jangka panjang.
"Seorang pemimpin harus mampu menavigasi hambatan internal, termasuk dinamika politik organisasi dan keterbatasan informasi. Keberhasilan transformasi sangat bergantung pada kemampuan membangun budaya perusahaan yang adaptif dan memiliki visi strategis yang kokoh," ujar tokoh yang juga pernah menakhodai PT Semen Padang tersebut.
Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menyatakan bahwa kehadiran Dwi Soetjipto menjadi katalisator bagi seluruh insan perusahaan untuk memperkaya wawasan manajerial. Ia pun memaparkan capaian kinerja operasional perusahaan pada Semester I-2026 yang tetap tangguh dalam melayani kebutuhan infrastruktur di seluruh wilayah Sumatera, sekaligus memperkuat sinergi melalui skema Inter Company Sales (ICS) di bawah naungan SIG Group.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Indrieffouny Indra, mengapresiasi inisiatif berbagi pengalaman yang dilakukan. Ia berharap wawasan strategis dari tokoh nasional tersebut dapat menginspirasi seluruh anak usaha di lingkungan SIG untuk terus meningkatkan kapasitas SDM guna menjaga keberlanjutan bisnis di masa depan.