PT Mandiri Utama Finance (MUF) memproyeksikan segmen pembiayaan kendaraan listrik (EV) akan menjadi pilar utama pertumbuhan bisnis perseroan sepanjang tahun 2026. Strategi ini diambil seiring dengan meningkatnya animo masyarakat terhadap penggunaan transportasi ramah lingkungan di Indonesia.

Plt. Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sukoco Sinaga, mengungkapkan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik tidak sekadar bergantung pada ketersediaan unit maupun infrastruktur pengisian daya. Menurutnya, peran sektor jasa keuangan melalui penyediaan solusi pembiayaan yang terjangkau dan aksesibel menjadi katalis penting bagi penetrasi pasar EV domestik.

Guna merealisasikan target tersebut, MUF secara intensif menjalankan program edukasi melalui inisiatif 'Coffee & Drive'. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar dapat menjajal langsung pengalaman mengemudikan kendaraan listrik, sehingga mampu menumbuhkan pemahaman serta kepercayaan terhadap teknologi yang diusung.

Dari sisi penawaran, MUF memberikan insentif berupa suku bunga mulai dari 1,99% melalui platform Livin' Auto. Perseroan juga menyertakan sejumlah nilai tambah, seperti potongan biaya administrasi hingga 50%, biaya administrasi khusus Rp1, hingga pemberian voucher belanja dan perlindungan asuransi tanggung jawab hukum bagi pihak ketiga.

Langkah agresif ini dilakukan di tengah tantangan ekonomi yang cukup menantang bagi industri multifinance nasional. Berdasarkan catatan OJK per Maret 2026, pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance sempat melambat ke angka 0,61% dengan tingkat rasio kredit bermasalah (NPF) gross mencapai 2,83%. Meski demikian, MUF tetap mencatatkan kinerja impresif dengan pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 15,8% secara tahunan (YoY), mencerminkan optimisme perseroan di tengah fluktuasi pasar.