Langkah strategis diambil oleh sektor pertanian Vietnam guna memperkuat daya saing produk hortikultura di pasar Amerika Serikat. Pabrik Irradiasi Toan Phat (TPI) kini resmi menjadi fasilitas pertama di negara tersebut yang mendapatkan persetujuan dari Animal and Plant Health Inspection Service (APHIS) Amerika Serikat untuk mengoperasikan dua teknologi iradiasi secara simultan, yakni teknologi sinar-X dan iradiasi gamma berbasis Kobalt-60.

Keputusan ini menandai tonggak penting dalam infrastruktur pascapanen Vietnam. Sebelumnya, TPI telah beroperasi menggunakan teknologi gamma, namun penambahan sistem sinar-X memberikan fleksibilitas operasional yang krusial. Integrasi teknologi ini diharapkan mampu melipatgandakan kapasitas pengolahan, terutama saat menghadapi lonjakan volume panen buah segar yang kerap menjadi kendala logistik selama musim puncak ekspor.

Pihak TPI menegaskan bahwa keberhasilan ini dicapai setelah melalui serangkaian asesmen komprehensif oleh APHIS, mencakup standar peralatan, kontrol dosis, hingga prosedur keamanan hayati yang ketat. Meski demikian, perusahaan menekankan bahwa penggunaan teknologi ganda ini tetap mewajibkan kepatuhan penuh terhadap Rencana Operasi Iradiasi bilateral antara Vietnam dan Amerika Serikat. Setiap jenis buah tetap harus mengikuti protokol teknis spesifik yang telah ditetapkan otoritas terkait.

Data dari Asosiasi Buah dan Sayur Vietnam menunjukkan proyeksi pendapatan ekspor yang mencapai angka fantastis, yakni 8,5 miliar dolar AS pada tahun 2025. Meskipun ekspor ke pasar Amerika Serikat terus menunjukkan tren positif, pangsa pasar Vietnam secara keseluruhan masih tergolong kecil, yakni sekitar 1,49 persen. Hal ini mengindikasikan masih terbukanya peluang ekspansi yang lebar bagi para eksportir lokal.

Para pakar industri menilai bahwa kehadiran fasilitas dengan standar ganda ini akan sangat membantu efisiensi rantai pasok. Dengan kapasitas yang lebih besar, risiko penumpukan barang di gudang pendingin dapat diminimalisir, sekaligus menekan biaya operasional eksportir. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi katalis dalam mengatasi tantangan logistik yang selama ini menjadi hambatan utama dalam menjaga kualitas produk pertanian Vietnam di pasar internasional.