Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meningkat. Gunung api aktif ini dilaporkan mengalami erupsi susulan pada Rabu (15/7/2026) pukul 00.33 WITA, menambah catatan aktivitas erupsinya yang mencapai 18 kali dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, visual letusan pada dini hari tersebut tidak dapat teramati secara langsung. Kendati demikian, instrumen seismograf berhasil merekam getaran erupsi dengan amplitudo maksimum mencapai 22,2 milimeter dan durasi sekitar 99 detik.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih dipertahankan pada Level III atau status Siaga. Laporan pemantauan pada malam hari menunjukkan adanya aktivitas kegempaan yang fluktuatif, meliputi dua kali gempa letusan, satu kali gempa hembusan, serta sembilan kali tremor non-harmonik dengan durasi bervariasi.
Guna menghindari potensi bahaya, PVMBG mengimbau masyarakat setempat, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah. Rekomendasi ini dikeluarkan demi menjaga keselamatan warga dari ancaman material vulkanik.
Sebagai informasi, sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia mencatat sebanyak 3.185 erupsi gunung api di seluruh wilayah Indonesia. Gunung Lewotobi Laki-laki menempati peringkat kedua dengan total 404 letusan, setelah Gunung Semeru di Jawa Timur yang mencatatkan aktivitas tertinggi sebanyak 1.405 kali letusan.