Sektor infrastruktur transportasi di Vietnam saat ini tengah mengalami fase transformasi yang masif. Pemerintah setempat terus menggenjot penyelesaian proyek-proyek strategis nasional, mulai dari jaringan jalan tol Utara-Selatan yang saling terhubung, pengembangan rencana kereta api berkecepatan tinggi, hingga pengoperasian jalur kereta api perkotaan (Metro) di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh. Peningkatan kapasitas bandara dan jalur logistik utama juga menjadi prioritas guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejalan dengan agenda Kongres Nasional Partai ke-19, pemerintah berkomitmen melakukan terobosan dalam pembangunan infrastruktur multimodal yang terintegrasi dengan teknologi digital. Kebutuhan akan efisiensi manajemen, desain, serta metode konstruksi yang presisi menuntut penerapan inovasi modern. Penggunaan kecerdasan buatan (AI), Building Information Modeling (BIM), Internet of Things (IoT), big data, drone, hingga material ramah lingkungan kini menjadi elemen krusial untuk menekan biaya, mempercepat durasi pengerjaan, dan menjamin keberlanjutan jangka panjang.
Untuk merumuskan solusi atas tantangan tersebut, surat kabar Nong Thon Ngay Nay/Dan Viet menyelenggarakan seminar daring bertajuk "Penerapan Teknologi dalam Investasi dan Pembangunan Infrastruktur Transportasi". Diskusi ini mempertemukan para pemangku kebijakan, pakar teknis, dan pelaku industri untuk membedah kondisi terkini implementasi teknologi di sektor transportasi serta mencari langkah strategis dalam mendorong transformasi digital yang lebih progresif.
Acara yang berlangsung pada 14 Juli tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Dr. Tran Huu Minh dari Kementerian Konstruksi, pakar proyek kereta api cepat Bapak Hoang Minh Son, serta Bapak Nguyen Tien Dung dari Institut Teknik Bawah Tanah FECON. Diskusi panel ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi bagi pengembangan sistem transportasi cerdas dan ramah lingkungan yang sejalan dengan tuntutan modernisasi global.