Semangat kemandirian finansial bagi perempuan Indonesia kembali disuarakan melalui seminar bertajuk “Merintis Bisnis Rumahan Sebagai Langkah Baru Kemandirian Finansial”. Acara yang digagas oleh komunitas Go-Woman.id di Hotel Ciputra Cibubur ini hadir sebagai respons strategis atas peran vital perempuan dalam menggerakkan sektor ekonomi mikro tanah air.
Dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menegaskan pentingnya edukasi kewirausahaan bagi para ibu rumah tangga. Direktur Bina Usaha Kementerian Perdagangan, Franciska Simanjuntak, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menekankan bahwa daya saing produk UMKM harus ditingkatkan melalui standarisasi kualitas dan pengemasan yang lebih baik agar mampu menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Dalam sesi edukasi yang interaktif, Wakil Bendahara Umum APRINDO, Siti Susanti, memaparkan pentingnya konsistensi dalam menjaga keberlangsungan usaha. Ia menyoroti bahwa manajemen keuangan, termasuk penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang akurat dan strategi branding yang jelas, menjadi fondasi utama agar bisnis tidak sekadar berjalan, tetapi juga menguntungkan secara berkelanjutan.
Selain manajemen operasional, era digital menuntut pelaku UMKM beradaptasi dengan tren pemasaran modern. Co-Founder Goodthings, Angela Adelia, mengupas tuntas teknik memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang efisien. Dengan memahami algoritma dan teknik pembuatan konten yang kreatif, pemilik bisnis rumahan kini memiliki peluang besar untuk menjangkau konsumen secara organik tanpa perlu mengandalkan anggaran promosi yang besar.
Founder & CEO Go-Woman.id, Catherina G., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen komunitasnya dalam menciptakan ekosistem belajar yang inklusif bagi perempuan. Ia percaya bahwa dengan dibekali ilmu dan keberanian, perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus kontributor signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.