Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi mempererat kemitraan strategis dengan Université Paris-Saclay, Prancis, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset berskala internasional. Langkah kolaboratif ini dicapai dalam gelaran The 14th Indonesia–France Joint Working Group (JWG) yang berlangsung di Kota Angers, Prancis, pada awal Juli 2026.
Delegasi ITB yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Irwan Meilano, menegaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai skema pendidikan, mulai dari program double degree jenjang sarjana (2+2) dan magister, pertukaran mahasiswa, hingga pembimbingan bersama untuk mahasiswa doktoral (joint Ph.D. supervision).
Université Paris-Saclay, yang dikenal sebagai salah satu ekosistem riset terkemuka di Eropa dengan peringkat ke-70 dunia versi QS World University Rankings 2026, menawarkan keunggulan dalam integrasi antara pendidikan akademik dan praktisi industri. Mahasiswa ITB yang berpartisipasi dalam program ini nantinya akan mendapatkan kesempatan magang di mitra industri Paris-Saclay untuk memperkuat kompetensi profesional mereka di tingkat global.
Selain fokus pada mobilitas mahasiswa, kedua institusi juga sepakat untuk mendorong riset bersama yang menjawab tantangan global, seperti isu energi, konektivitas, hingga pengembangan teknologi kuantum dan kecerdasan buatan (AI). Skema ini diharapkan dapat memacu inovasi melalui kolaborasi proyek capstone serta peningkatan interaksi dosen, termasuk melalui program visiting professor.
Inisiatif ini merupakan langkah konkret ITB dalam memperluas jangkauan jejaring globalnya, sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk terpapar pada standar pendidikan dan riset kelas dunia yang terintegrasi dengan kebutuhan industri modern.