Kementerian Koperasi mengambil langkah strategis dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan koperasi secara langsung di sektor hilir industri kelapa sawit. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengonfirmasi bahwa peresmian pabrik Crude Palm Oil (CPO) milik koperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dijadwalkan berlangsung antara akhir Juli hingga awal Agustus mendatang.

Pabrik yang akan mengelola lahan seluas 3.100 hektare ini dirancang dengan kapasitas produksi mencapai 60 ton per jam. Proyek ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam sinergi antara koperasi dengan PT Agrinas Palma Nusantara, guna memutus ketergantungan petani terhadap korporasi swasta dalam pengolahan bahan baku sawit.

Ferry menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar koperasi memiliki kendali penuh atas rantai pasok industri sawit, mulai dari kebun hingga produk hilir. Menurutnya, ironi yang kerap terjadi saat ini—di mana petani sawit justru kesulitan mengakses minyak goreng—harus diakhiri dengan memperkuat tata niaga mandiri melalui koperasi.

Lebih lanjut, pemerintah menargetkan agar pabrik ini tidak hanya berhenti pada produksi CPO saja, melainkan mampu mengolah produk turunan seperti minyak makan merah atau minyak goreng. Produk tersebut nantinya direncanakan akan didistribusikan melalui jaringan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.