Gunung Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan dengan menyemburkan kolom abu kelabu setinggi 1.300 meter di atas puncak. Berdasarkan data pemantauan, aktivitas seismik di bawah permukaan terpantau intens dengan catatan 15 kali gempa letusan, dua kali gempa hembusan, serta dua kali gempa tektonik jauh.

Meski erupsi terus berlangsung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada dampak merugikan yang menimpa pemukiman warga di sekitar lereng gunung. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tidak lengah lantaran tumpukan material vulkanik di puncak sewaktu-waktu dapat memicu terjadinya Awan Panas Guguran (APG).

Firmansyah dari Tim Pusdalops BPBD Lumajang menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang beraktivitas di area lereng. Sebagai langkah antisipasi, pihak BPBD telah menyiagakan personel di Pos Pengamatan Curah Koboan guna melakukan pemantauan situasi secara real-time dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga). PVMBG dan BPBD memberlakukan zona larangan aktivitas ketat, yakni di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga tetap dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai karena adanya potensi perluasan luncuran awan panas maupun aliran lahar dingin, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah puncak.