Tim SAR gabungan akhirnya merampungkan misi penyelamatan dramatis terhadap seorang pendaki ilegal bernama Cakra (18) yang terjatuh ke jurang sedalam 375 meter di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur. Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Jumat (5/6) malam setelah melalui proses yang memakan waktu selama empat hari.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa medan yang dihadapi tim penyelamat tergolong sangat ekstrem. Untuk mengevakuasi korban yang mengalami cedera kaki serius, tim terpaksa menggunakan metode slope rescue dengan tandu lipat dan sistem tali. Tantangan di lapangan semakin diperberat oleh minimnya titik pijakan, ancaman longsor, serta paparan debu vulkanik dan kabut tebal yang kerap menghalangi jarak pandang personel.

Insiden ini bermula saat korban nekat memasuki kawasan Gunung Semeru melalui jalur ilegal di Candi Jawar Purbakala pada Sabtu (30/5), meskipun saat itu status gunung masih dalam penutupan akibat aktivitas vulkanik. Korban sempat terjatuh ke dalam jurang pada Senin (1/6), namun beruntung ia masih sempat mengirimkan koordinat lokasi kepada pihak keluarga sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR yang menempuh perjalanan selama delapan jam menuju titik tersebut.

Proses penarikan tandu dari kedalaman jurang dilakukan secara bertahap sejak Kamis (4/6) dengan pengamanan ekstra ketat di sepanjang jalur evakuasi. Setibanya di posko pada Jumat malam, tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang segera memberikan penanganan darurat sebelum korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk perawatan lebih lanjut.

Operasi penyelamatan yang melibatkan sedikitnya 60 personel gabungan ini resmi ditutup setelah memastikan seluruh anggota dan perlengkapan kembali dengan selamat. Pihak otoritas terkait kembali menegaskan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan pendakian ilegal, terutama mengingat status aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih fluktuatif dan sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.