Kota Cilegon menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Latihan Bersama Nasional (Latbernas) IX Saka Bakti Husada (SBH) Krida Penanggulangan Penyakit (P2). Acara yang berlangsung di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banten pada Sabtu (4/7/2026) ini mengusung tema besar "SBH Banten Siaga Sehat: Generasi Muda Peduli Kesehatan, Cegah Penyakit dengan Hidup Sehat."

Kegiatan yang memadukan konsep daring dan luring ini dirancang sebagai wadah bagi anggota Pramuka penegak dan pandega untuk meningkatkan kompetensi di bidang kesehatan masyarakat. Tidak hanya sekadar pelatihan teknis, ajang ini menjadi titik temu bagi para kader muda dari seluruh penjuru Indonesia untuk memperluas jejaring serta memperkuat kolaborasi dalam upaya mitigasi penyakit di tingkat akar rumput.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Banten, Suwaib Amiruddin, dalam arahannya menekankan tiga poin krusial bagi para peserta. Ia mendorong para anggota untuk aktif membangun jejaring komunikasi lintas daerah, memupuk nilai kekeluargaan, serta menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para praktisi kesehatan yang hadir sebagai narasumber. Menurutnya, sinergi dan solidaritas antaranggota merupakan modal utama untuk menjalankan misi kemanusiaan di masa depan.

Selama berlangsungnya kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif dari pakar Kementerian Kesehatan RI. Fokus materi mencakup peran strategis kader muda dalam deteksi dini penyakit menular, strategi imunisasi, pengendalian penyakit leptospirosis, hingga kampanye penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pengetahuan tersebut diharapkan dapat langsung diterapkan peserta di lingkungan domisili masing-masing.

Hadir dalam perhelatan ini Pembina Saka Bakti Husada Nasional, dr. Andi Saguni, beserta jajaran pengurus Pramuka terkait. Melalui inisiatif ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia.