PT Patra Jasa terus mempertegas komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Langkah terbaru yang dilakukan perusahaan adalah penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai KSS, Desa Sukawali, Kabupaten Tangerang, Banten.
Inisiatif ini dipilih bukan tanpa alasan, mengingat ekosistem mangrove memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas garis pantai serta meminimalisasi risiko abrasi. Selain berfungsi sebagai benteng alami, kawasan mangrove juga menjadi habitat vital bagi berbagai biota laut, termasuk ikan, udang, dan kerang, serta memiliki kemampuan signifikan dalam menyerap karbon atau yang dikenal sebagai blue carbon.
Direktur Keuangan dan Umum PT Patra Jasa, Kurnia Pinayungan, menyampaikan bahwa implementasi ESG perusahaan tidak sekadar berhenti pada tataran kebijakan tertulis. Pihaknya berupaya mewujudkan keberlanjutan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi ekosistem dan masyarakat sekitar. Ia berharap langkah ini mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Dalam pelaksanaannya, Patra Jasa menjalin kolaborasi strategis dengan komunitas Lindungi Hutan. Sinergi ini tidak hanya difokuskan pada pemulihan kawasan pesisir, tetapi juga sebagai upaya mendorong keterlibatan aktif karyawan perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Langkah rehabilitasi mangrove ini sejalan dengan fokus bisnis Patra Jasa yang bergerak di sektor properti, perhotelan, serta jasa. Sebagai perusahaan dengan rekam jejak lebih dari lima dekade, perseroan berkomitmen untuk menyelaraskan seluruh operasional bisnisnya dengan agenda transisi energi dan ekonomi hijau guna mendukung target nasional dalam mencapai target emisi nol bersih.