Pemerintah Kabupaten Kediri tengah menseriusi optimalisasi sektor pariwisata alam guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah rencana pembukaan kembali destinasi wisata ikonik pemandian air panas di kawasan Gunung Kelud.

Langkah ini menindaklanjuti arahan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang meminta penataan dan pemaksimalan potensi wisata di kawasan Gunung Kelud dan Gunung Wilis. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah memperpanjang jam operasional kunjungan wisata Besuki di kawasan Gunung Wilis.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengungkapkan bahwa objek wisata air panas tersebut telah ditutup untuk umum sejak erupsi besar Gunung Kelud pada tahun 2014 silam. Proses survei kelayakan lokasi pun telah dilakukan pekan ini untuk menilai potensi dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Dalam melakukan survei tersebut, Dinas Pariwisata menggandeng jajaran Forkopimcam Kecamatan Ngancar serta komunitas pelaku wisata setempat. Aspek keselamatan akses dan jalur menjadi prioritas utama yang harus dipastikan sebelum lokasi pemandian air panas benar-benar dibuka untuk wisatawan umum.

Berdasarkan hasil pemetaan awal, wisatawan nantinya harus berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit dari area parkir baru menuju titik pemandian air panas. Pemerintah daerah berharap, revitalisasi objek wisata legendaris ini mampu menarik kembali minat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara pascabencana satu dekade lalu.