Menghadapi tekanan ekonomi global yang kian kompleks, Direktorat Jenderal Bea Cukai Vietnam resmi mengeluarkan kebijakan strategis untuk meringankan beban pelaku usaha nasional. Melalui arahan yang diterbitkan pada 18 April, otoritas kepabeanan memerintahkan seluruh jajaran di tingkat daerah untuk memprioritaskan dukungan bagi sektor bisnis yang tengah berjuang akibat kenaikan biaya input dan penurunan pesanan ekspor.

Wakil Direktur Jenderal Bea Cukai, Nguyen Van Tho, menegaskan bahwa langkah ini diambil menyusul kondisi stagnasi produksi yang dialami banyak perusahaan, serta sulitnya akses permodalan akibat tingginya suku bunga. Kebijakan utama yang diterapkan adalah penangguhan sementara inspeksi pasca-impor (post-clearance audit) yang bersifat rutin atau tidak mendesak sepanjang tahun ini.

Sebagai pengganti pemeriksaan rutin tersebut, otoritas kepabeanan akan mengalihkan fokus pada pendekatan berbasis risiko dengan menyeleksi pelaku usaha secara selektif. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir hambatan administratif yang menghambat alur produksi, sehingga perusahaan dapat lebih leluasa mengelola operasional mereka di tengah iklim ekonomi yang kurang stabil.

Selain kebijakan penundaan, pihak Direktorat Jenderal juga menitikberatkan pada peningkatan kompetensi aparatur melalui program pelatihan profesional. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif, efisien, dan transparan dalam mendukung ekosistem bisnis Vietnam di masa depan.