Pemerintah Provinsi Jambi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, saat menghadiri Forum Ekonomi Bisnis Provinsi Jambi Tahun 2026 di Swiss-Belhotel Jambi pada Kamis (23/7/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi ini mengusung tema strategis mengenai prospek sektor energi daerah. Diskusi berfokus pada arah kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara, peningkatan produksi (lifting) migas, serta dampaknya terhadap perekonomian lokal. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga lembaga keuangan untuk menyelaraskan kebijakan fiskal.
Sudirman menyatakan dukungannya terhadap forum ini sebagai wadah kolaborasi untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Kendati demikian, ia mengingatkan agar langkah optimalisasi sektor migas dan batubara tidak mengabaikan kelestarian ekologi. Ia berharap forum tersebut melahirkan inovasi konkret guna meminimalisasi potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan.
Menatap triwulan ketiga, Pemprov Jambi tetap optimistis terhadap tren pertumbuhan ekonomi daerah. Meski laju inflasi daerah saat ini berada di angka 3,85 persen dan pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran empat persen, sinergi lintas sektor antara pemerintah, perbankan, dan akademisi diyakini mampu menjaga stabilitas perekonomian agar terus membaik.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Robby Fathir Nashary, menjelaskan bahwa forum ini krusial untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan lokal. BI berharap diskusi interaktif ini menghasilkan alternatif solusi serta rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat.