Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) menjalin sinergi strategis untuk mempercepat regenerasi pekebun. Upaya ini diwujudkan melalui program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berfokus pada peningkatan profesionalisme serta penguasaan teknologi budidaya yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Sebagai realisasi dari komitmen tersebut, pelatihan teknis budidaya kelapa sawit diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 7–13 Juli 2026. Sebanyak 149 peserta yang mencakup pekebun, penyuluh, serta keluarga pekebun dari Kabupaten Luwu Timur terlibat aktif dalam rangkaian pembekalan materi yang dirancang untuk mendukung praktik perkebunan berkelanjutan.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, menekankan bahwa masa depan komoditas sawit nasional sangat bergantung pada kualitas manusianya. Menurutnya, pekebun masa kini tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan konvensional, namun harus mampu mengintegrasikan inovasi teknologi, manajemen usaha yang rapi, serta prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan kebun mereka.

Kurikulum pelatihan mencakup penerapan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penggunaan benih bersertifikat hingga teknik pengendalian hama terpadu. Peserta juga diberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah sawit menjadi bahan organik guna meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi. Inovasi seperti teknik penyerbukan buah turut diajarkan guna mengoptimalkan produktivitas tandan buah segar (TBS).

Program ini diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya generasi baru pekebun sawit yang kompetitif. Dengan mengombinasikan keahlian teknis dan manajemen modern, produktivitas kebun rakyat diharapkan meningkat, yang pada akhirnya berdampak langsung pada penguatan kesejahteraan ekonomi keluarga petani di seluruh Indonesia.