Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional dengan menyelenggarakan Alumni Entrepreneur Summit 2026 di Solo, Jawa Tengah. Forum ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa dan alumni untuk berkolaborasi, memperluas jejaring bisnis, serta berkontribusi langsung pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan pentingnya mentalitas kewirausahaan yang dimulai dari ketekunan. Ia mencontohkan kesuksesan para diaspora Indonesia di luar negeri yang mampu membangun bisnis skala besar setelah merintis karier dari nol. Menurut Harun, alumni memiliki peran vital sebagai pilar keberlanjutan universitas dalam menciptakan lapangan kerja baru, bukan sekadar mencari pekerjaan.
Hadir sebagai pembicara utama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, menyoroti peran krusial inkubator bisnis di lingkungan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa pendampingan melalui inkubasi terbukti mampu menekan risiko kegagalan usaha secara drastis hingga 80 hingga 90 persen. Saat ini, pemerintah terus mendorong agar lebih banyak generasi muda terjun ke dunia wirausaha untuk menggerakkan ekonomi nasional.
Riza menambahkan bahwa saat ini terdapat 754 lembaga inkubator di Indonesia, di mana Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan sebaran terbanyak. Pemerintah pun telah menyediakan berbagai instrumen pendukung, mulai dari akses pembiayaan, platform digital Sapa UMKM, hingga sertifikasi usaha guna memastikan keberlanjutan bisnis para wirausaha muda di masa depan.