BONDOWOSO — Upaya pencarian intensif selama tiga hari terhadap dua pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berakhir duka. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang kawasan Punggung Naga pada Selasa (4/8/2026) sore.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Maliya Finda (51), seorang pendaki berpengalaman asal Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, dan Irfan Nasrul Lalili (34), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, yang bertindak sebagai pemandu (guide) dalam pendakian tersebut. Jasad keduanya ditemukan berdekatan di dasar jurang dengan jarak sekitar lima meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengonfirmasi penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa lokasi penemuan berada di kedalaman sekitar 60 meter pada medan terjal Punggung Naga, area yang tidak jauh dari lokasi penemuan jasad pendaki Thoriq pada insiden beberapa tahun silam.
Meskipun posisi jasad sudah dipastikan dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah, proses evakuasi (lifting) terpaksa ditunda hingga keesokan harinya. Keputusan ini diambil karena kondisi medan yang sangat curam serta keterbatasan peralatan penyelamatan taktis di lokasi kejadian.
Pihak BPBD saat ini tengah menunggu kiriman peralatan khusus dari Basarnas Banyuwangi untuk mengangkat jenazah dari jurang yang sempit. Selain faktor peralatan, kelelahan fisik para personel SAR yang telah melakukan pencarian tanpa henti juga menjadi pertimbangan untuk menjadwalkan proses pengangkatan pada Rabu pagi.
Guna mengamankan lokasi dan mempercepat evakuasi esok hari, sebagian personel tim gabungan memutuskan untuk bermalam di sekitar titik penemuan. Setelah berhasil diangkat ke permukaan, kedua jenazah rencananya akan langsung dibawa ke RS Bhayangkara sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.