Pemerintah Kota Balikpapan tengah mempersiapkan proyek strategis berupa pembangunan pusat olahraga (sport center) dan sirkuit balap berskala nasional. Proyek mercusuar ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 70 hektar yang berlokasi di Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur. Kawasan tersebut dirancang tidak hanya sebagai arena adu cepat kendaraan, melainkan juga wadah edukasi serta pembinaan berbagai cabang olahraga.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengungkapkan bahwa konsep awal pembangunan ini telah mengalami perluasan fungsi. Awalnya, rencana hanya difokuskan pada penyediaan lintasan balap. Namun, melihat tingginya kebutuhan akan infrastruktur olahraga yang representatif bagi masyarakat, konsep tersebut dikembangkan menjadi kawasan olahraga terpadu yang multifungsi.

Langkah ini diambil guna mengakomodasi aspirasi dari pengurus berbagai cabang olahraga (cabor) di Balikpapan yang selama ini masih kekurangan sarana latihan resmi milik pemerintah. Akibat keterbatasan fasilitas tersebut, sejumlah cabor terpaksa menggunakan ruang publik seperti Lapangan Merdeka untuk menggelar latihan rutin.

Untuk menunjang pembinaan atlet, kawasan sport center ini diusulkan memiliki fasilitas lengkap, mulai dari kolam renang berstandar, lapangan bocce, hingga lapangan bola tangan. Kehadiran sarana terpusat ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi olahraga daerah sekaligus memberikan ruang rekreasi aktif bagi warga.

Terkait status lahan, Gasali memastikan area seluas 70 hektar di Lamaru sudah berstatus bebas masalah (clear and clean) dan resmi menjadi aset Pemerintah Kota Balikpapan. Dengan demikian, pelaksanaan proyek ke depan tidak akan terhambat oleh kendala pembebasan lahan warga.

Saat ini, pemerintah daerah fokus menyelesaikan tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan rampung pada tahun ini. Pemerintah menargetkan pengerjaan fisik sirkuit beserta seluruh fasilitas pendukungnya dapat mulai berjalan pada tahun 2028, dengan dukungan alokasi anggaran yang matang.