Grup musik asal Kutai Kartanegara, Petala, baru saja mengukuhkan eksistensi mereka di kancah industri musik tanah air dengan merilis album kedua berjudul 'Puratanabhumi'. Perhelatan peluncuran album tersebut diselenggarakan secara meriah di Taman Musik, Kecamatan Tenggarong, pada Jumat (10/7/2026) malam.
Istilah 'Puratanabhumi' sendiri memiliki makna filosofis yakni 'Suara dari Tanah Tua'. Sang pendiri band, Achmad Fauzi, menjelaskan bahwa tajuk tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap akar budaya serta keberagaman masyarakat Kutai Kartanegara yang sarat akan tradisi adiluhung.
Album yang memuat 12 lagu ini mengeksplorasi spektrum tema yang cukup luas, mulai dari romansa hingga narasi mendalam mengenai tradisi lokal. Di dalamnya, pendengar dapat menemukan jejak ritual adat seperti Bepelas dan kemeriahan perhelatan Erau yang dikemas dengan sentuhan aransemen musik modern, namun tetap berpijak pada identitas kedaerahan yang kuat.
Fauzi menegaskan bahwa Petala tidak membatasi diri pada segmentasi pendengar lokal saja. Melalui karya ini, mereka berambisi memperkenalkan eksotisme budaya Kutai ke cakupan pendengar yang lebih luas tanpa harus kehilangan jati diri musik yang mereka bangun sejak setahun terakhir.
Pendekatan artistik yang diterapkan dalam album ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kearifan lokal tetap relevan dan memikat jika dikemas dengan gaya kontemporer. Petala berharap bahwa harmoni 'Suara Tanah Tua' ini mampu menjadi jembatan bagi masyarakat luas untuk lebih mengenal kekayaan budaya yang dimiliki oleh Kutai Kartanegara.