Kawasan Timur Tengah kini muncul sebagai penyumbang terbesar bagi pundi-pundi pendapatan luar negeri Trump Organization. Berdasarkan laporan terbaru, keluarga Presiden Amerika Serikat tersebut berhasil mencatatkan keuntungan mencapai US$ 263 juta, atau setara dengan Rp 4,73 triliun, melalui transaksi strategis yang melibatkan pihak di Uni Emirat Arab.
Transaksi utama yang mendongkrak pendapatan tersebut adalah pelepasan separuh kepemilikan saham di perusahaan kripto World Liberty Financial. Kesepakatan ini melibatkan entitas yang terafiliasi dengan Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, tokoh berpengaruh sekaligus anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab. Selain kripto, sektor properti di kawasan Teluk juga memberikan kontribusi stabil melalui kerja sama lisensi pembangunan menara dan lapangan golf prestisius.
Tren pendapatan luar negeri Trump Organization menunjukkan lonjakan drastis dalam dua tahun terakhir. Setelah sempat tercatat di angka US$ 8 juta pada 2023, pendapatan dari perjanjian lisensi internasional melonjak menjadi US$ 45 juta pada 2024, dan terus merangkak naik hingga US$ 59 juta pada 2025 seiring dengan ekspansi proyek di India, Vietnam, dan Rumania.
Tidak hanya dari sektor properti, keterlibatan keluarga Trump dalam dunia aset digital terbukti sangat menguntungkan. Trump dilaporkan mengantongi lebih dari US$ 1,4 miliar sepanjang tahun lalu dari aset kripto, di mana sebagian besar pendapatan bersumber dari World Liberty Financial dan penjualan koin meme bermerek Trump. Namun, fenomena ini diwarnai catatan kritis, di mana lonjakan kekayaan tersebut terjadi berbanding terbalik dengan kerugian besar yang dialami oleh ratusan ribu investor ritel.
Performa aset fisik keluarga Trump, seperti resor eksklusif Mar-a-Lago, turut memperkuat neraca keuangan perusahaan. Tercatat pendapatan dari sektor lapangan golf dan resor mengalami pertumbuhan sebesar 15%, dengan Mar-a-Lago menyumbang pendapatan hampir dua kali lipat menjadi US$ 77 juta. Pencapaian ini sekaligus menandai dinamika baru dalam imperium bisnis Trump di tengah masa jabatannya di Gedung Putih.