Kehadiran ajang kompetisi kebugaran global, Hyrox, di Jakarta baru-baru ini mencuri perhatian publik. Dengan mencatatkan 11.500 peserta dalam debut perdananya di Indonesia, acara ini memecahkan rekor sebagai kompetisi Hyrox dengan jumlah peserta terbanyak di kawasan Asia Pasifik. Fenomena ini sekaligus menandai pergeseran gaya hidup masyarakat urban yang kini semakin antusias mengadopsi pola latihan berbasis fungsional.
Di media sosial, kompetisi ini kerap menjadi bahan perbincangan hangat, bahkan memunculkan istilah 'olahraga kuli versi fancy'. Julukan tersebut muncul karena kemiripan gerakan kompetisi, seperti memikul beban atau menarik beban berat, dengan aktivitas fisik pekerja bangunan. Namun, para ahli menegaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara beban kerja manual dan latihan terukur dalam Hyrox, di mana setiap repetisi, intensitas, dan target beban diatur secara ketat serta terstandarisasi secara profesional.
Dr. Andhika Raspati, spesialis kedokteran olahraga, menjelaskan bahwa Hyrox mengandalkan prinsip functional training yang melatih jantung-paru sekaligus kekuatan otot secara simultan. Meski menawarkan manfaat kesehatan yang komprehensif, dr. Andhika menekankan bahwa ajang ini bukanlah untuk pemula atau mereka yang hanya sekadar mengikuti tren (FOMO). Kesiapan fisik dan mental menjadi syarat mutlak mengingat intensitas perlombaan yang sangat tinggi.
Senada dengan hal tersebut, dr. Antonius Andi Kurniawan memperingatkan adanya risiko kesehatan serius, seperti heatstroke dan kolaps jantung, bagi peserta yang kurang melakukan persiapan. Terlepas dari penggunaan arena dalam ruangan, aktivitas fisik yang memacu jantung secara ekstrem berpotensi berbahaya bagi mereka yang memiliki gaya hidup sedenter atau kondisi fisik yang belum optimal. Oleh karena itu, para ahli menyarankan setiap calon peserta untuk melakukan asesmen mandiri terhadap kemampuan fisik sebelum memutuskan untuk berpartisipasi.
Di sisi lain, popularitas Hyrox yang mencapai nilai ekonomi fantastis di tingkat global menunjukkan bahwa tren ini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Dengan biaya partisipasi yang mencapai jutaan rupiah, ditambah investasi perlengkapan pendukung, Hyrox kini telah berkembang lebih dari sekadar perlombaan. Bagi para pelakunya, ajang ini merupakan bentuk selebrasi atas dedikasi latihan rutin, sekaligus ruang untuk mengejar target kebugaran pribadi di tengah komunitas yang suportif.