Sebutan 'Ojek Setan' mungkin akan memicu imajinasi berbau mistis bagi sebagian orang. Namun, di kawasan Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Garung, Desa Butuh, Kalikajar, Wonosobo, istilah tersebut justru merujuk pada moda transportasi unik yang menjadi primadona bagi para pendaki serta wisatawan.
Daya tarik utama layanan ini terletak pada teknik berkendara yang tidak konvensional. Berbeda dengan ojek pada umumnya, penumpang pada moda transportasi ini justru duduk di bagian depan, tepat di antara setang kemudi dan pengendara motor. Posisi ini memberikan perspektif pandangan yang lebih luas sekaligus memacu adrenalin saat melintasi medan pegunungan yang menantang.
Kepala Desa Butuh, Dzikroni, menegaskan bahwa penamaan yang terkesan menyeramkan tersebut murni diambil dari keunikan posisi duduk penumpang yang tidak lazim. "Disebut ojek setan karena memang berbeda dari standar ojek biasanya, di mana posisi penumpang berada di depan pengemudi," jelas Dzikroni.
Untuk menaklukkan jalur ekstrem yang curam dan berbatu menuju area Perhutani serta lahan pertanian warga, para penyedia jasa menggunakan motor jenis trail yang tangguh. Selain berfungsi sebagai atraksi wisata yang memicu rasa penasaran, ojek ini menjadi solusi efisien bagi para pendaki yang ingin menghemat stamina sebelum memulai perjalanan pendakian menuju puncak.