PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tengah menjajaki peluang bisnis baru di sektor energi hijau. Emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu ini sedang menghitung proyeksi kontribusi pendapatan dari proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Danantara di Serang Raya, Banten. Melalui anak usahanya, PT Chandra Waste Energy (PT CWE), perseroan kini tengah fokus merampungkan tahapan awal uji kelayakan.
General Manager of Legal & Corporate Secretary TPIA, Erri Dewi Riani, menjelaskan bahwa perseroan belum dapat membeberkan estimasi angka pendapatan maupun laba bersih yang akan diperoleh PT CWE. Hal ini dikarenakan proyek masih berada dalam fase evaluasi awal. Kelanjutan dari proyek strategis ini nantinya akan sangat bergantung pada hasil kajian kelayakan (feasibility study/FS) sebelum diterbitkannya keputusan final atau final letter of award.
PT CWE sendiri tergabung dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia, berkolaborasi dengan perusahaan asal Tiongkok, Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. Konsorsium ini ditargetkan untuk mengelola sampah berkapasitas hingga 1.161 ton per hari di wilayah Serang Raya. Di dalam kemitraan tersebut, peran anak usaha TPIA ini berfokus pada evaluasi aspek teknis, komersial, finansial, serta pengembangan proyek secara menyeluruh.
Langkah ekspansi ini sejalan dengan strategi diversifikasi bisnis jangka panjang perseroan. Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy) menjadi pilar penting bagi komitmen perseroan dalam mendukung ekonomi sirkular dan infrastruktur berkelanjutan di tanah air. Diversifikasi ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan bisnis perseroan di masa depan.
Sebagai catatan, PT CWE sebelumnya bernama PT Chandra Global Maritim yang didirikan pada tahun 2025 dengan fokus bisnis awal di sektor angkutan laut. Perusahaan ini sepenuhnya dimiliki oleh TPIA dan saat ini masih berada dalam fase pengembangan awal dengan kepemilikan aset tercatat sebesar 12.000 dolar AS per kuartal I/2026.
Meski lini bisnis infrastruktur TPIA saat ini masih menyumbang kontribusi terkecil secara konsolidasian, sektor ini menunjukkan tren pertumbuhan positif dari 52,01 juta dolar AS pada awal 2025 menjadi 87,50 juta dolar AS pada kuartal pertama 2026. Di sisi lain, Chandra Asri sebenarnya telah mengoperasikan fasilitas pemanfaatan sampah mandiri melalui metode cofiring Refuse-Derived Fuel (RDF) di Pulo Ampel, Serang, guna menekan emisi karbon operasional mereka secara internal.