Gerakan BioMom hadir di Kota Kupang untuk mengedukasi masyarakat mengenai vitalnya kesehatan pencernaan sebagai fondasi utama kesejahteraan keluarga. Dipimpin oleh Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, seorang siswa kelas XI dari Tzu Chi School PIK, program ini menyasar 500 peserta yang terdiri dari komunitas masyarakat, posyandu, hingga puskesmas.

Dalam pelatihannya, BioMom memberikan pemahaman praktis mengenai bakteri baik dan kebersihan proses fermentasi. Salah satu sorotan utama dalam kegiatan tersebut adalah pelatihan pembuatan water kefir, sebuah minuman probiotik yang mudah diproduksi di skala rumah tangga untuk menjaga kesehatan usus secara alami.

Swiluva menekankan bahwa kesehatan usus seringkali dianggap sebagai hal yang rumit, padahal langkah preventif di rumah dapat menjadi kunci produktivitas orang tua dan tumbuh kembang optimal anak. Lebih dari sekadar isu kesehatan, gerakan ini juga memandang probiotik sebagai peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat agar bisa mandiri melalui produksi minuman sehat.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi harus dimulai dari kualitas keluarga yang sehat di setiap rumah tangga. Baginya, keluarga yang sehat merupakan pilar utama pembentuk kota yang kuat.

Kupang menjadi kota ketiga yang disambangi BioMom setelah Jakarta dan Serang. Kolaborasi strategis antara Pemkot Kupang, Dinas Kesehatan, serta berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem hidup sehat yang berkelanjutan, sejalan dengan visi besar gerakan ini untuk menjadikan kota-kota di Indonesia sebagai pusat probiotik nasional.