Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan signifikan dengan terjadinya serangkaian erupsi sepanjang Jumat sore. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan pertama terpantau pada pukul 16.42 WIB, yang kemudian disusul oleh tiga rentetan letusan berikutnya dalam rentang waktu singkat hingga pukul 17.51 WIB.
Kolom abu vulkanik yang disemburkan mencapai ketinggian antara 100 hingga 250 meter di atas puncak, dengan intensitas tebal berwarna hitam. Berdasarkan pantauan arah angin, material abu tersebut bergerak ke arah utara, timur laut, hingga barat laut. Rekaman seismograf menunjukkan aktivitas ini memiliki amplitudo maksimum berkisar antara 43 hingga 55,2 milimeter dengan durasi letusan bervariasi dari 33 hingga 49 detik.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Andi Suwardi, mengonfirmasi bahwa kendati aktivitas gunung api tersebut terpantau fluktuatif, statusnya saat ini tetap dipertahankan pada Level III atau Siaga. Hingga saat ini, pihak otoritas terus melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi adanya aktivitas vulkanik susulan yang lebih besar.
Sebagai langkah mitigasi, warga, wisatawan, nelayan, serta pendaki dilarang keras untuk melakukan aktivitas apapun dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, senantiasa memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi PVMBG, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.