Gunung Ibu yang terletak di Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan erupsi pada Rabu (15/7/2026) pukul 13.32 WIT. Peristiwa ini menambah catatan aktivitas beruntun gunung api tersebut yang dilaporkan telah mengalami 14 kali erupsi dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, kolom abu dari letusan kali ini tidak terpantau secara visual. Saat laporan tersebut dirilis, aktivitas vulkanik di dalam kawah Gunung Ibu dilaporkan masih terus berlangsung dengan tingkat status yang dipertahankan pada Level II atau Waspada.
Data kegempaan sepanjang hari menunjukkan intensitas yang cukup tinggi di kawasan tersebut. PVMBG mencatat setidaknya terjadi 91 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar antara 10 hingga 28 milimeter dan durasi hingga 78 detik. Selain itu, terdeteksi pula satu kali gempa hembusan serta sepuluh kali gempa harmonik yang menandakan adanya pergerakan magma di bawah permukaan.
Mengantisipasi potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat meningkat, pihak berwenang mengimbau masyarakat setempat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman 2 kilometer dari kawah aktif. Larangan ini juga diperluas hingga sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di sektor utara.
Sepanjang tahun 2026, aktivitas vulkanik di Indonesia tergolong sangat aktif dengan total 3.282 letusan yang terekam di seluruh wilayah tanah air. Gunung Ibu menempati posisi kedua sebagai gunung api paling aktif di Indonesia dengan catatan 1.074 kali erupsi, berada tepat di bawah Gunung Semeru di Jawa Timur yang menduduki peringkat pertama dengan 1.438 kali letusan.