Maraknya tren produk perawatan kulit atau skincare di media sosial sering kali membuat konsumen terjebak dalam pemilihan produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan spesifik kulit mereka. Menanggapi tantangan tersebut, ERHA Skincare Group memperkenalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) bertajuk Skin AIdentify, yang dirancang untuk memberikan analisis mendalam mengenai kondisi kesehatan kulit.

Dr. Henny Lim, GM Medical Affairs Arya Noble, menjelaskan bahwa teknologi AI ini berperan sebagai instrumen skrining yang objektif. Melalui fitur skoring, pengguna dapat memahami parameter kulit seperti tingkat hidrasi, kadar minyak, kondisi skin barrier, hingga tanda-tanda penuaan dan pigmentasi secara lebih terukur. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu konsumen membangun ekspektasi yang realistis terhadap target kesehatan kulit mereka.

Proses penggunaan teknologi ini pun tergolong praktis; pengguna cukup mengunggah foto selfie melalui platform digital dan hasil analisis akan muncul dalam hitungan menit. Berbeda dengan pemindai konvensional, Skin AIdentify dirancang sebagai gerbang awal menuju ekosistem dermatologi yang terintegrasi, mulai dari teledermatologi hingga layanan klinis profesional.

Direktur Brand & Marketing ERHA Skincare Group, Afril Wibisono, menegaskan bahwa keunggulan utama inovasi ini terletak pada keterhubungan sistemik dengan layanan dermatologi yang sudah ada. Pengguna yang telah mendapatkan hasil analisis dapat langsung diarahkan untuk berkonsultasi dengan ahli medis maupun mendapatkan rekomendasi produk yang tepat sesuai kebutuhan unik kulit mereka, sehingga perawatan yang diberikan menjadi lebih personal dan efisien.