Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara kembali menunjukkan peningkatan pada Kamis (9/7/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, gunung api tersebut memuntahkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut pada pukul 09.12 WIT.
Kolom abu yang teramati memiliki intensitas sedang hingga tebal dengan pergerakan ke arah timur laut. Erupsi ini menjadi catatan panjang aktivitas vulkanik Gunung Ibu yang tercatat telah mengalami 26 kali erupsi hanya dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Ibu masih ditetapkan pada Level II atau Waspada. Berdasarkan rekaman seismograf periode 9 Juli 2026, terdeteksi 84 kali gempa letusan dengan amplitudo mencapai 28 milimeter, selain itu terdapat aktivitas gempa guguran dan hembusan yang terus dipantau secara ketat oleh tim ahli di lapangan.
Menyikapi kondisi tersebut, PVMBG memberikan peringatan tegas kepada masyarakat lokal maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Larangan ini diperluas hingga 3,5 kilometer pada sektor bukaan kawah bagian utara untuk mengantisipasi potensi bahaya lontaran material pijar maupun awan panas.
Data dari MAGMA Indonesia mencatat tren aktivitas gunung api di Tanah Air sepanjang tahun 2026 cukup tinggi, dengan total 3.045 kali erupsi di seluruh Indonesia. Gunung Ibu sendiri menjadi salah satu gunung paling aktif dengan total 1.020 letusan, menempatkannya di posisi kedua setelah Gunung Semeru di Jawa Timur yang mencatatkan 1.358 kali erupsi dalam periode yang sama.