Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, gunung api tersebut terpantau mengalami erupsi pada Senin (13/7/2026) petang pukul 18.53 WITA.
Erupsi kali ini menghasilkan kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang membubung hingga 300 meter di atas puncak, atau mencapai 1.723 meter di atas permukaan laut. Seismograf mencatat aktivitas ini dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi berlangsung selama 63 detik, dengan sebaran abu mengarah ke barat.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II atau Waspada. Catatan kegempaan harian yang dipantau PVMBG menunjukkan intensitas aktivitas yang cukup tinggi, di mana tercatat sebanyak 149 kali gempa erupsi, 6 kali gempa guguran, serta 119 kali gempa hembusan sepanjang hari tersebut.
Menanggapi situasi ini, pihak berwenang menegaskan larangan bagi masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi ancaman lontaran material atau awan panas.
Sebagai informasi tambahan, sepanjang tahun 2026, aktivitas vulkanik di Indonesia tergolong cukup dinamis dengan total 3.156 letusan yang terekam di berbagai gunung api. Hingga pertengahan Juli ini, Gunung Ili Lewotolok tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 48 kali, menjadikannya salah satu gunung api yang masuk dalam daftar pemantauan intensif oleh pihak otoritas geologi nasional.