Gunung Karangetang yang terletak di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Gunung ini dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu (12/7/2026) malam pukul 19:14 WITA, yang berpusat di kawah bagian utara.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut diawali dengan erupsi tipe strombolian. Letusan bersifat eksplosif lemah ini menyemburkan material pijar setinggi 100 meter diiringi dengan dentuman yang terdengar di area sekitar kawah.

Aktivitas berlanjut dengan erupsi efusif berupa luncuran lava. Berdasarkan data pemantauan, aliran material panas tersebut bergerak ke arah utara sejauh 1.000 meter, ke arah selatan sejauh 1.000 meter, serta ke arah barat-barat daya dengan jangkauan 400 meter dari kawah utama.

Sempat terjadi kekhawatiran akibat munculnya cahaya merah besar di puncak gunung yang dipicu oleh terbakarnya ilalang terkena material panas. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro memastikan pada Senin (13/7/2026) pagi bahwa api telah padam sepenuhnya.

Hingga saat ini, personel BPBD tetap disiagakan di lapangan. Petugas terus melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika gunung api serta kondisi cuaca guna mengantisipasi potensi risiko lanjutan, termasuk risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat aktivitas vulkanik.