Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Selasa (7/7/2026) malam pukul 21.42 WITA, gunung api tersebut dilaporkan kembali mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.884 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang. Semburan material vulkanik tersebut bergerak ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 14,8 milimeter dan berlangsung selama 41 detik.
Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih bertahan di Level III atau Siaga. Catatan statistik menunjukkan intensitas erupsi yang cukup tinggi, di mana dalam sepekan terakhir gunung ini telah meletus sebanyak 21 kali. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, total erupsi yang tercatat mencapai 335 kali.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak berwenang secara tegas mengimbau masyarakat sekitar maupun wisatawan untuk tidak mendekati area dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Langkah mitigasi ini diambil untuk menghindari dampak buruk dari potensi lontaran material maupun awan panas yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Berdasarkan data MAGMA Indonesia, sepanjang tahun 2026 telah terjadi 2.994 kali erupsi di berbagai gunung api aktif di Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat sebagai gunung api dengan frekuensi erupsi tertinggi, yakni sebanyak 1.344 kali sepanjang periode tersebut.