PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengambil langkah strategis dalam memperluas cakupan bisnis digitalnya dengan melakukan injeksi modal sebesar USD502,56 juta atau setara Rp8,54 triliun ke Bali Media Telekomunikasi (BMT). Transaksi ini dieksekusi melalui anak usaha perseroan, yakni DSST Mas Gilang, yang menyerap lebih dari 8,5 miliar saham baru BMT dengan harga pelaksanaan Rp1.000 per lembar.

Langkah korporasi ini dipandang sebagai upaya vital untuk memperkokoh fondasi operasional sekaligus mempercepat integrasi ekosistem digital perusahaan. Dengan kepemilikan tidak langsung atas 24,57 persen saham XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) melalui BMT, DSSA kini memiliki posisi yang lebih kuat untuk bersaing di tengah pesatnya kebutuhan akan infrastruktur telekomunikasi yang andal dan berkapasitas tinggi di Indonesia.

Pihak manajemen DSSA menegaskan bahwa suntikan modal ini bukan sekadar investasi finansial, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadi penyedia solusi digital terintegrasi. Optimalisasi sumber daya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing perseroan dalam merespons dinamika pasar dan transformasi digital yang semakin masif di berbagai sektor ekonomi nasional.

Secara fundamental, DSSA tercatat memiliki performa keuangan yang solid. Per 31 Maret 2026, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar USD693,2 juta dengan laba periode berjalan mencapai USD118,5 juta. Dukungan posisi ekuitas sebesar USD2,4 miliar memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus melakukan ekspansi strategis, termasuk pengembangan infrastruktur teknologi yang berkelanjutan di masa depan.