Pertandingan perempat final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Swiss di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Sabtu (12/7), berlangsung sengit. Setelah sempat tertinggal melalui gol Alexis Mac Allister di paruh pertama, Swiss berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat eksekusi dingin penyerang muda mereka, Dan Ndoye, pada menit ke-67.

Memasuki babak kedua, tim asuhan Murat Yakin melakukan perubahan taktis yang signifikan dengan menerapkan garis pertahanan lebih tinggi dan menekan intensitas serangan. Strategi ini terbukti efektif dalam memecah kebuntuan lini pertahanan La Albiceleste, yang sebelumnya bermain cukup disiplin.

Gol tersebut tercipta melalui skema serangan sayap yang terorganisasi dengan baik. Dan Ndoye, yang berdiri bebas di dalam kotak penalti, sukses mengonversi umpan matang menjadi gol mendatar ke sudut gawang tanpa mampu dihalau Emiliano Martinez. Sempat melalui peninjauan VAR, gol tersebut akhirnya dinyatakan sah oleh wasit, memicu kegembiraan luar biasa bagi suporter Swiss.

Situasi imbang ini memicu peningkatan tensi di lapangan. Permainan menjadi lebih terbuka, di mana kedua tim saling bertukar serangan untuk mencari gol kemenangan. Bukti tingginya intensitas permainan terlihat dari agresivitas para pemain, termasuk kartu kuning yang diterima Leandro Paredes sesaat setelah gol tercipta akibat pelanggaran keras.

Hingga menit-menit krusial babak kedua, Argentina dan Swiss masih berupaya keras mengamankan tiket menuju semifinal. Keunggulan taktis dan pergantian pemain kini menjadi kunci bagi kedua pelatih dalam menentukan nasib tim mereka di sisa waktu pertandingan yang semakin emosional ini.