Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung api tersebut dilaporkan mengalami erupsi pada Rabu (8/7/2026) sore pukul 17.26 WITA, menambah daftar panjang aktivitas seismik yang terjadi di wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu erupsi teramati membumbung hingga 800 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut. Material vulkanik tersebut terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat dan barat laut. Seismograf mencatat erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 22,2 milimeter dengan durasi letusan selama 154 detik.
Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan catatan pemantauan antara pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, petugas mencatat terjadi intensitas kegempaan yang cukup tinggi, meliputi tujuh kali gempa letusan, sepuluh kali gempa hembusan, serta dua belas kali gempa tremor non-harmonik.
Terkait kondisi tersebut, PVMBG secara tegas mengimbau masyarakat, warga lokal, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Peringatan ini ditujukan untuk memitigasi risiko bahaya langsung dari lontaran material vulkanik maupun awan panas.
Data MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, Gunung Lewotobi Laki-laki telah tercatat mengalami erupsi sebanyak 351 kali. Angka ini merupakan bagian dari total 3.031 letusan gunung api yang terjadi di seluruh penjuru Indonesia selama periode yang sama, dengan Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi gunung dengan aktivitas letusan terbanyak.