Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terpantau masih sangat intens. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa gunung api tersebut kembali mengalami erupsi pada Selasa siang, tepatnya pukul 11.37 WITA, dengan melontarkan kolom abu mencapai 1,4 kilometer di atas puncak.

Berdasarkan data observasi, kolom abu vulkanik yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, bergerak dominan ke arah barat dan barat laut. Rekaman seismograf menunjukkan erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 47,3 milimeter dengan durasi letusan tercatat selama 1 menit 27 detik.

Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih bertahan pada Level III atau Siaga. Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan larangan ketat bagi warga maupun wisatawan untuk melakukan segala bentuk aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan.

Selain ancaman material erupsi langsung, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar hujan. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian khusus meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, serta Nawakote, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan puncak.

Badan Geologi mengimbau penduduk di wilayah terdampak paparan abu vulkanik untuk selalu mengenakan masker guna melindungi kesehatan sistem pernapasan. Warga diminta tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi pemerintah, seraya terus memperkuat koordinasi antara otoritas daerah dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki serta PVMBG untuk memantau perkembangan situasi terkini.