Sejumlah perusahaan perjalanan wisata di Phu Quoc memutuskan untuk menangguhkan sementara operasional tur perahu cepat (speedboat) dari Pelabuhan Internasional An Thoi. Langkah mitigasi ini diambil sebagai respons atas tragedi maritim memilukan yang terjadi pada 11 Juli 2026, yang merenggut nyawa 15 wisatawan mancanegara asal India.
Beberapa penyedia jasa wisata terkemuka, seperti Rooty Trip Phu Quoc dan Tam Dang Khoa, telah mengumumkan penghentian aktivitas tur demi memprioritaskan keselamatan penumpang. Rooty Trip menyatakan bahwa operasional tur kano dan perahu cepat dihentikan sejak 12 Juli 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan, sembari menunggu investigasi serta panduan resmi dari otoritas maritim setempat. Sementara itu, pihak Tam Dang Khoa telah membatalkan lebih dari 20 agenda tur dan memberikan opsi pengembalian dana penuh kepada para pelanggan yang terdampak.
Peristiwa tragis ini bermula saat perahu cepat bernomor lambung AG 26751 yang membawa 35 orang—terdiri dari 32 wisatawan dan 3 awak kapal—mengalami kendala teknis dan terbalik di tengah perjalanan dari Hon May Rut Ngoai menuju Pelabuhan An Thoi. Pihak kepolisian Provinsi An Giang kini telah menahan nahkoda kapal, Nguyen Hong Hai, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Menanggapi insiden tersebut, pemerintah setempat melalui otoritas Zona Ekonomi Khusus Phu Quoc memperketat pengawasan terhadap moda transportasi perairan. Diketahui dari total 100 perahu wisata yang beroperasi di wilayah tersebut, saat ini hanya sekitar 70 unit yang memenuhi standar keselamatan kategori SB. Sisanya, yang dianggap tidak memenuhi syarat, telah dilarang beroperasi guna memastikan terciptanya lingkungan pariwisata yang aman dan berkelanjutan di masa mendatang.