Sektor ekspor makanan laut Vietnam mencatatkan kinerja positif pada semester pertama tahun ini dengan estimasi perolehan US$5,7 miliar, atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, di balik angka optimis tersebut, para pelaku industri menghadapi tantangan serius akibat tingginya biaya logistik, keterbatasan akses kredit, dan kompleksitas regulasi administratif yang menghambat kelancaran distribusi barang ke pasar internasional.

Asosiasi Pengolahan dan Ekspor Makanan Laut Vietnam (Vasep) menyoroti bahwa banyak usulan perbaikan kebijakan yang telah disampaikan kepada kementerian terkait masih tertahan dalam proses birokrasi yang lambat. Penundaan penyelesaian hambatan ini dinilai berisiko menggerus daya saing produk nasional, terutama karena bisnis kehilangan momentum krusial saat pasar global menuntut ketepatan waktu pengiriman yang tinggi.

Permasalahan utama yang dikeluhkan oleh pelaku usaha mencakup mekanisme penerbitan sertifikat ekspor yang belum konsisten antara pemerintah pusat dan daerah, serta beban biaya kepatuhan yang tinggi. Vasep secara spesifik meminta peninjauan ulang terhadap peraturan pajak dan prosedur administratif agar tercipta ekosistem perdagangan yang lebih transparan dan efisien, sehingga perusahaan dapat mengalihkan sumber daya mereka untuk peningkatan kualitas produk dan investasi teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam menyatakan komitmen untuk terus memfasilitasi sektor ekspor dengan melakukan evaluasi berkala terhadap berbagai prosedur. Meskipun sebagian kendala operasional telah diatasi, tantangan terkait regulasi lintas kementerian yang memerlukan amandemen hukum diakui masih memerlukan waktu koordinasi yang lebih panjang.

Kondisi ekonomi global yang kian proteksionis, dibarengi dengan ketatnya persyaratan standar teknis dan ketertelusuran produk dari negara mitra, menuntut pemerintah untuk lebih sigap. Para pelaku industri menegaskan bahwa keberhasilan mencapai target pertumbuhan ekspor dua digit sangat bergantung pada seberapa cepat pemerintah mampu menyederhanakan birokrasi dan menciptakan iklim bisnis yang kondusif bagi rantai pasok global.