Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat letusan terbaru terjadi pada Selasa siang, yang melontarkan kolom abu hingga mencapai ketinggian 1,4 kilometer dari puncak kawah.

Berdasarkan laporan resmi, erupsi yang terjadi pada pukul 11.37 WITA tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat dan barat laut. Data seismik mencatat amplitudo maksimum sebesar 47,3 milimeter dengan durasi letusan mencapai 87 detik.

Hingga saat ini, status gunung api tersebut masih bertahan di Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras melakukan segala bentuk aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi demi menghindari risiko paparan material vulkanik langsung.

Selain ancaman abu, pihak otoritas geologi secara khusus memperingatkan penduduk yang bermukim di sekitar aliran sungai agar tetap waspada terhadap potensi banjir lahar hujan. Risiko ini terutama mengancam wilayah yang dialiri sungai berhulu dari puncak, seperti kawasan Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Guna memitigasi dampak kesehatan, warga di wilayah yang terdampak hujan abu diimbau untuk konsisten menggunakan masker. Pemerintah daerah setempat juga diminta untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) demi memastikan keselamatan publik tetap terjaga.