Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin, 6 Juli 2026 dini hari. Berdasarkan laporan resmi, erupsi terjadi tepat pada pukul 00.59 WITA dengan menyemburkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak, atau mencapai 2.084 meter di atas permukaan laut.
Data dari seismograf mencatat aktivitas tersebut memiliki amplitudo maksimum 18,5 milimeter dengan durasi selama 46 detik. Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut dilaporkan terbawa angin ke arah utara dan timur laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan peringatan tegas agar masyarakat maupun wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Selain ancaman abu vulkanik, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti di wilayah Dulipali, Nobo, hingga Hokeng Jaya, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama jika curah hujan intensitas tinggi melanda kawasan tersebut.
Sebagai langkah antisipasi kesehatan, penduduk yang terpapar abu vulkanik diimbau untuk selalu mengenakan masker atau penutup hidung guna menghindari risiko gangguan pernapasan. Warga diminta untuk tetap tenang, berpegang pada informasi resmi pemerintah, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah daerah saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Flores Timur, serta BPBD Provinsi NTT. Masyarakat yang membutuhkan informasi terkini terkait perkembangan aktivitas gunung dapat menghubungi pusat layanan informasi PVMBG di nomor 022-7272606.