Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin (13/7) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa awan panas guguran terpantau meluncur tepat pada pukul 05.09 WIB dengan jarak jangkauan mencapai 2.000 meter.

Berdasarkan data observasi teknis, awan panas tersebut bergerak menuju sektor barat daya dan selatan, yakni ke arah hulu Kali Krasak serta hulu Kali Boyong. Fenomena ini tercatat memiliki amplitudo maksimum 19,52 milimeter dengan durasi luncuran selama 109,99 detik.

Menanggapi peristiwa tersebut, BPPTKG menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam area yang masuk dalam radius zona bahaya yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sesuai dengan rekomendasi resmi, potensi bahaya guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya mencakup aliran Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak maksimal 7 kilometer. Sementara itu, untuk sektor tenggara, potensi bahaya berada di sekitar aliran Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Selain ancaman awan panas, pihak berwenang juga mengingatkan potensi lontaran material vulkanik yang dapat terjadi jika erupsi eksplosif kembali muncul, dengan jangkauan radius hingga 3 kilometer dari puncak. Seluruh warga diharapkan tetap waspada dan hanya mengikuti arahan resmi dari BPPTKG untuk meminimalisir risiko bencana.