Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan abu tebal setinggi 1.000 meter dari atas puncak pada Selasa malam (14/7/2026). Letusan yang terjadi sekitar pukul 20.15 WIB ini menambah daftar panjang aktivitas seismik salah satu gunung api paling aktif di Indonesia tersebut.
Laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia menyebutkan bahwa kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu. Emisi abu dengan intensitas tebal ini terpantau bergerak mengarah ke sektor timur laut dan timur, mencapai ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Menurut data instrumental seismograf, letusan ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 135 detik. PVMBG masih menetapkan tingkat aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa ini pada status Level III atau Siaga, mengingat potensi bahaya yang masih fluktuatif.
Sebelum letusan utama pada malam hari, pengamatan kegempaan yang dilakukan sejak siang hari menunjukkan frekuensi gempa yang cukup tinggi. Tercatat ada 11 kali gempa letusan, satu kali gempa guguran, dan dua kali gempa hembusan yang terjadi dalam kurun waktu enam jam sebelum erupsi malam tersebut.
Merespons situasi ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk mutlak menghindari aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga diminta menjauhi sempadan sungai dalam jarak 500 meter di sepanjang aliran sungai tersebut guna mengantisipasi ancaman perluasan awan panas guguran dan lahar dingin.