Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Curup mengimbau masyarakat di empat kabupaten wilayah kerjanya di Provinsi Bengkulu untuk memaksimalkan penggunaan kanal layanan digital. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses kepesertaan mulai dari pengurusan administrasi, pencarian informasi, hingga penyampaian aduan tanpa harus mengantre di kantor cabang.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Curup, Dwi Sulistyono Yudo, menjelaskan bahwa peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini memiliki berbagai alternatif layanan jarak jauh yang praktis. Beberapa di antaranya meliputi aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA), serta BPJS Kesehatan Care Center 165. Di samping itu, sistem pelayanan mobile juga disiagakan agar petugas dapat bergerak cepat merespons kebutuhan mendesak di lapangan.
Layanan non-tatap muka ini diharapkan menjadi solusi atas usulan manajemen RSUD Rejang Lebong terkait penempatan petugas BPJS Kesehatan selama 24 jam di fasilitas kesehatan. Dwi mengakui usulan tersebut sangat baik untuk membantu pasien dalam kondisi darurat, namun keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) membuat kebijakan itu belum bisa direalisasikan untuk saat ini.
Kendati personel tidak disiagakan menetap di rumah sakit, BPJS Kesehatan Curup menjamin pendampingan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Jika terjadi kendala administratif yang mendesak, petugas siap diterjunkan langsung ke rumah sakit. Pola ini berbeda dengan era PT Askes (Persero) dahulu, karena sejak tahun 2018 seluruh petugas faskes telah ditarik untuk memusatkan pelayanan di kantor cabang.