Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendorong kemajuan Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak perayaan Dies Natalis ke-1 Universitas Sunan Gresik (USG) yang berlangsung di Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Dalam pidatonya, tokoh yang akrab disapa Gus Muhaimin ini memberikan apresiasi tinggi atas perkembangan pesat USG meski baru berusia satu tahun. Ia menilai kampus ini berpotensi besar menjadi salah satu motor penggerak perubahan, khususnya dalam melahirkan akademisi dan praktisi yang mampu berkontribusi langsung bagi kemajuan daerah dan nasional.

Gus Muhaimin juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini, di mana masih banyak lulusan perguruan tinggi yang belum siap memasuki dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, ia menitipkan mandat kepada segenap civitas akademika USG agar mendidik mahasiswa agar memiliki mental kepemimpinan dan kesiapan menghadapi dinamika industri.

Menyongsong visi Indonesia Emas 2045, Menko PM menjabarkan tiga peran strategis yang harus diemban oleh USG. Pertama, kampus harus aktif berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan. Kedua, menjadi pusat pendidikan vokasi dan akademis yang melahirkan SDM siap kerja sekaligus pencipta lapangan kerja. Ketiga, menghasilkan riset-riset aplikatif yang menjadi solusi nyata atas permasalahan bangsa.

Di akhir acara, Gus Muhaimin secara simbolis menyerahkan bantuan dana pembinaan untuk warga di sekitar lingkungan kampus serta dana riset dari pemerintah bagi para mahasiswa USG yang berhasil meloloskan proposal penelitian mereka. Langkah ini diharapkan dapat memicu semangat inovasi di lingkungan akademis USG.