Ajang sepak bola paling bergengsi, FIFA World Cup 2026, akan mencatatkan sejarah baru dalam pemanfaatan teknologi perwasitan. Melalui kolaborasi strategis antara FIFA dan Lenovo, sistem Semi-Automated Offside Technology (SAOT) kini akan diperkaya dengan kehadiran avatar tiga dimensi (3D) dari setiap pemain yang berlaga.

Teknologi ini bekerja dengan melakukan pemindaian tubuh pemain secara presisi sebelum turnamen dimulai. Dengan menggunakan kecerdasan buatan (GenAI) tingkat lanjut, sistem ini mampu merekonstruksi dimensi serta proporsi tubuh atlet secara akurat ke dalam model digital. Proses pemindaian yang efisien, yang memakan waktu kurang dari satu detik, menjadi kunci utama dalam menciptakan representasi digital yang unik bagi setiap pemain.

Lenovo, sebagai penyedia solusi end-to-end, bertanggung jawab mengelola seluruh siklus hidup aset digital ini, mulai dari pemindaian hingga integrasi ke dalam sistem Video Assistant Referee (VAR). Penting untuk dicatat bahwa teknologi ini berfungsi sebagai sumber data tambahan bagi FIFA, yang bertujuan menyajikan visualisasi keputusan offside yang lebih jelas dan mudah dipahami oleh miliaran penggemar di seluruh dunia.

Art Hu, Chief Information Officer Lenovo Solutions & Services Group, mengungkapkan bahwa inovasi ini merupakan hasil pengembangan jangka panjang untuk menjawab kebutuhan akan presisi di lapangan hijau. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap tayangan ulang tidak hanya sekadar data teknis, tetapi sebuah representasi visual yang akurat mengenai posisi pemain di lapangan.

Sebelum diimplementasikan pada panggung Piala Dunia di Amerika Utara, teknologi ini telah melalui tahap pengujian lapangan yang sukses pada FIFA Intercontinental Cup 2025 di Qatar. Dengan integrasi teknologi ini, FIFA optimistis dapat meningkatkan transparansi dan kualitas pengambilan keputusan perangkat pertandingan selama turnamen berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 mendatang.