Tambak udang vaname milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berlokasi di area Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Kota Semarang, berhasil membuktikan bahwa sektor perikanan tetap produktif meski dikelilingi oleh aktivitas manufaktur. Keberhasilan ini dicapai berkat penerapan rekayasa teknologi budidaya modern yang mampu mengoptimalkan kualitas air dan kesehatan udang secara terukur.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi, mengungkapkan bahwa budidaya di Petak B3 Loka PBI Tugu menggunakan sistem tertutup (closed system). Strategi ini dipilih untuk meminimalisir penggunaan air dari luar kawasan industri, di mana air yang digunakan harus melalui serangkaian proses treatment ketat, mulai dari penggunaan dolomit, kaporit, hingga sistem aerasi yang canggih. Dalam kurun waktu 82 hari, panen ditargetkan mencapai 1,3 ton dengan kualitas standar pasar lokal yang kompetitif.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya peran balai perikanan pemerintah sebagai pusat pembibitan unggul bagi masyarakat luas. Ia mendorong jajaran dinas terkait untuk lebih proaktif dalam memberikan pendampingan teknis, mulai dari akses benih berkualitas hingga strategi pemasaran hasil panen, guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sebagai langkah strategis jangka panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mematangkan rencana revitalisasi tambak di sepanjang Pantai Utara (Pantura) yang mencakup luasan wilayah mencapai 72 ribu hektare. Kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah terjalin untuk memulihkan fungsi tambak-tambak yang tidak produktif, sehingga sektor perikanan dapat menjadi penggerak ekonomi yang lebih signifikan bagi masyarakat pesisir.