Kakorlantas Polri, Irjen Wibowo, menginstruksikan seluruh jajaran Korlantas Polri serta Dirlantas Polda di seluruh Indonesia untuk melakukan langkah antisipatif terhadap tantangan operasional di masa depan. Fokus utama dari arahan ini mencakup kesiapan dalam menyikapi bonus demografi dan akselerasi teknologi yang kian masif di sektor transportasi publik.
Dalam arahannya, Irjen Wibowo menyoroti bahwa perkembangan teknologi telah membawa pergeseran signifikan dalam pola kehidupan masyarakat. Meski teknologi mempermudah akses pelayanan publik, ia mengingatkan adanya risiko penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi mendegradasi citra institusi kepolisian melalui opini publik yang keliru.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa budaya berlalu lintas merupakan cerminan dari martabat suatu bangsa. Wibowo menyayangkan masih tingginya tingkat pelanggaran lalu lintas, seperti aksi melawan arus dan penyalahgunaan trotoar oleh pengendara, yang menunjukkan rendahnya kedisiplinan pengguna jalan saat ini.
Sebagai langkah solutif, jajaran lalu lintas di seluruh wilayah diminta untuk tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga memperkuat aspek edukasi dan pengawasan secara konsisten. Strategi ini diharapkan mampu membentuk budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik di tengah kompleksitas tantangan zaman.