Antusiasme tinggi mewarnai Manasik Klasikal ke-3 yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) 'Aisyiyah Kota Yogyakarta di Masjid Islamic Centre Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Minggu (5/7/2026). Meski didominasi oleh calon jemaah lanjut usia, semangat para peserta tidak surut dalam menyimak materi kesiapan fisik, mental, hingga spiritual demi menggapai haji mabrur.

Ketua KBIHU 'Aisyiyah Kota Yogyakarta, Ir. H. Rowi Sutaryo, menekankan pentingnya memenuhi syarat istithaah tidak hanya dari aspek finansial, melainkan juga penguasaan ilmu manasik dan kondisi kesehatan. Para jemaah diingatkan untuk mulai memantau kebugaran sejak dini dan memastikan kelengkapan dokumen administrasi perjalanan agar proses keberangkatan berjalan lancar.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah, H. Budi Setiawan, ST, yang hadir sebagai pemateri, menyoroti urgensi mitigasi dalam perjalanan ibadah haji. Mengingat tantangan berat seperti cuaca ekstrem dan kepadatan jemaah, Budi menekankan pentingnya resiliensi. Menurutnya, pemahaman yang matang serta latihan fisik rutin dapat meminimalisir risiko, sehingga jemaah mampu beradaptasi dengan lingkungan di Tanah Suci yang penuh dinamika.

Di sisi lain, drg. Rohadanti, MPH dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memberikan pengarahan mendalam mengenai pentingnya istithaah kesehatan. Berdasarkan data tahun 2026, ia mencatat perlunya pendampingan kesehatan yang intensif bagi sebagian besar jemaah. Ia mengingatkan agar para calon haji konsisten menjaga kesehatan, mematuhi rekomendasi tim medis, serta memastikan jaminan kesehatan tetap aktif hingga saat keberangkatan.

Pihak KBIHU 'Aisyiyah berkomitmen untuk terus mendampingi jemaah dalam berbagai aspek, termasuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan pengelolaan kesehatan rutin. Melalui edukasi berkelanjutan ini, diharapkan para jemaah dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman, selamat, dan khusyuk.